Senin, 29 April 2013

Perkembangan Konsep Pusat Sumber Belajar



BAB I
PENDAHULUAN

A.        LATAR BELAKANG

Sejak pertengahan 1970an terdapat perkembangan yang pesat di bidang teknologi pendidikan dan pembelajaran. Perubahan tersebut tidak saja terjadi di Amerika Serikat tetapi juga di negara-negara lain seperti Canada, Australia, Korea Selatan, Jepang, Singapura, Malaysia, dan tentunya juga di Indonesia. Konsep teknologi pendidikan menekankan kepada individu yang belajar melalui pemanfaatan dan penggunaan berbagai jenis sumber belajar yang ada. Hal ini tentunya merupakan suatu pandangan yang baru atau yang bersifat inovatif, karena pandangan masyarakat pada umumnya mengenai pendidikan adalah bersifat konvensional yaitu mengkaitkan penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran yang terjadi atau berlangsung di dalam kelas, di mana sejumlah murid atau peserta belajar secara bersama-sama memperoleh pelajaran dari seorang guru atau instruktur.
Disamping makin meluasnya penggunaan sumber belajar dalam proses pembelajaran di berbagai lembaga pendidikan, peran dan sumbangan teknologi pendidikan lainnya yang paling monumental dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran adalah dilaksanakannya sistem pendidikan terbuka (open learning) atau pendidikan belajar jarak jauh (distance education). Sebagai jaringan pembelajaran yang bersifat inovatif dalam sistem pendidikan. Pusat sumber belajar merupakan suatu hasil perkembangan secara bertahap yang dimulai dari perpustakaan yang memberikan penekanan pada media cetak sampai kepada suatu lembaga yang mengelola berbagai sumber belajar baik cetak maupun non cetak. Perkembangan konsep pusat sumber belajar diprakarsai oleh berkembangnya teknologi yang menuntut suatu pola pembelajaran yang berkembang. Perkembangan dari pusat sumber belajar tersebut melahirkan beberapa perubahan yang dapat dikaji lebih lanjut untuk melihat betapa pentingnya suatu pusat sumber belajar bagi pembelejaran.

B.        rumusan masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang sudah dipaparkan diatas, maka rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini ialah: “Bagaimana perkembangan konsep pusat sumber belajar dari waktu ke waktu ?”.

C.        TUJUAN PENULISAN

Sedangkan tujuan dari penulisan makalah ini ialah:
·                Menjelaskan cikal bakal penyebab terbentuknya pusat sumber belajar
·                Menjelaskan perkembangan konsep pusat sumber belajar dari masa ke masa
·                Membedakan tiap perkembangan konsep pusat sumber belajar tersebut


BAB II
PEMBAHASAN

A.        PERKEMBANGAN KONSEP PUSAT SUMBER BELAJAR

Pusat sumber belajar dirancang untuk memberikan kemudahan kepada peserta didik baik secara individu maupun kelompok atau guru untuk memanfaatkan sumber belajar yang tersedia. Dengan demikian, kebutuhan akan sumber belajar dalam proses pembelajaran bisa terpenuhi dengan adanya pusat sumber belajar. Secara khusus pusat sumber belajar adalah suatu unit dalam suatu lembaga (khususnya sekolah/universitas/perusahaan) yang berperan mendorong efektifitas serta optimalisasi proses pembelajaran melalui penyelenggaraan berbagai fungsi yang meliputi fungsi layanan (seperti layanan media, pelatihan, konsultansi pembelajaran, dll), fungsi pengadaan/pengembangan (produksi) media pembelajaran, fungsi penelitian dan pengembangan, dan fungsi lain yang relevan untuk peningkatan efektifitas dan efisiensi pembelajaran. Ada beberapa contoh yang merupakan pusat sumber belajar, diantaranya yaitu perpustakaan, laboratorium, taman belajar dan yang lainnya.
Pusat sumber belajar merupakan suatu hasil perkembangan secara bertahap yang dimulai dari perpustakaan yang memberikan penekanan kepada media cetak sampai kepada suatu lembaga yang mengelola berbagai sumber belajar baik cetak maupun non cetak. Menurut Gary T. Peterson (1975), perkembangan PSB mengalami beberapa tahap. Perkembangan pusat sumber belajar merupakan suatu kemajuan bertahap dimulai dari perpustakaan yang hanya terdiri dari media cetak.
Istilah awal dari konsep perkembangan pusat sumber belajar yang dimulai dengan adanya istilah Public Library. Pada tahun 1905, kumpulan dari perpustakaan di Britania raya – Inggris  telah didirikan di kota, tetapi bukan di daerah pedesaan. Pada tahun 1916 national central library di london didirikan sebagai perpustakaan pusat untuk maha peserta didik bertujuan sebagai agen yang mensuplai kelas-kelas dewasa dan maha perserta didik secara individu dengan buku-buku yang tidak dapat mereka pinjam. Lalu pada tahun 1919, perhatian perpustakaan umum memberikan kekuatan dewan daerah untuk menjadi otoritas perpustakaan. Pada masa tersebut, kota-kota besar memberikan kesempatan kepada kota kecil untuk membentuk suatu lembaga perpustakaan umum. Hal ini bertujuan agar peserta didik yang berada di pelosok negeri dapat juga merasakan manfaat dari perpustakaan.
Perpustakaan merupakan perkembangan awal dari Pusat Sumber Belajar. Semua bahan belajar berupa printed materials yang telah dimiliki dan dikoleksi oleh bagian atau unit yang dinamakan perpustakaan, dipelihara dan disimpan dengan menggunakan system klasifikasi tertentu untuk memudahkan pemanfaatannya.
Pada awal 1960-an, khususnya di Amerika Serikat, beberapa perpustakaan universitas diubah namanya menjadi Pusat Sumber Belajar (Learning Resource Centre). Pusat Sumber Belajar ini memberikan layanan yang diperluas meliputi penelitian, pembelajaran, evaluasi belajar, pengembangan perkuliahan, layanan pelatihan, produksi bahan belajar di samping melaksanakan layanan bahan cetakan dan audio visual yang biasa dilaksanakan oleh perpustakaan, seperti seleksi (pemilihan), distribusi, dan penggunaan semua bahan belajar dan fasilitas. Tujuan yang utama adalah memperbaiki proses belajar peserta belajar dengan membantu mereview hasil penelitian, dan memilih metode pembelajaran terbaik dan bahan yang paling efektif yang akan diajarkan.
Konsep Pusat Sumber Belajar mengubah organisasi informasi dan pengelolalaan perpustakaan dari “lingkungan hanya bahan cetak” menjadi “lingkungan bahan cetak dengan bahan non cetak” termasuk pada akhirnya semua teknologi yang lebih baru seperti bahan rekaman yang dibaca dengan mesin, CD-ROM, video disc. Melalui sumber dan layanan yang baru, pustakawan dapat membantu para pengajar mereview metode pembelajaran mereka dan menyarankan praktek yang lebih kreatif. Penyiapan bahan belajar yang baru, penyediaan bahan-bahan dan peralatan audio visual untuk menunjang perkuliahan menjadi suatu program bersama dengan layanan koleksi dan referensi perpustakaan yang sudah ada.
Pengelolaan perpustakaan berubah karena dibutuhkan jenis-jenis personalia yang baru di samping staf perpustakaan yang sudah ada. Personalia yang dibutuhkan adalah yang mempunyai keterampilan dan pengetahuan dalam desain pembelajaran, pengetahuan dan keterampilan dalam pengembangan bahan (media) pembelajaran, penyiapan bahan belajar, keterampilan dalam mengakses data atau informasi melalui internet. Tentu saja dibutuhkan juga staf teknis yang akan merawat agar semua peralatan dapat tetap berfungsi setiap saat digunakan.
Perpustakaan, baik perpustakaan umum, perpustakaan sekolah maupun perpustakaan universitas. dan perpustakaan lainnya, merupakan tempat penyimpanan informasi dan pengetahuan sehingga dapat berfungsi sebagai sumber belajar bagi semua peserta belajar, para profesional, para peneliti dan bagi siapapun yang memerlukan informasi dan pengetahuan. Sebenarnya perpustakaan melayani banyak fungsi yaitu untuk keperluan arsip, pendidikan dan pembelajaran, rujukan atau referensi, penelitian, dan rekreasi bagi masyarakat pada umumnya.
Oleh karena perpustakaan berfungsi untuk kegiatan pendidikan, pembelajaran dan penelitian, maka istilah sumber belajar di ditambahkan pada koleksi perpustakaan, dan distribusi informasi mulai diarahkan pada kebutuhan belajar peserta belajar. Tingkatan belajar bergerak dari tingkat pendidikan dasar sampai dengan tingkat belajar lanjut. Media yang digunakan meliputi berbagai jenis format seperti buku, majalah, microfilm, video, film, rekaman suara, dan computer. Mereka yang tidak dapat menyelesaikan pendidikan formal dapat meneruskan studinya melalui kegiatan belajar secara informal secara belajar mandiri dengan menggunakan bahan-bahan yang terdapat di perpustakaan. Dengan demikian perpustakaan memerankan fungsi demokratisasi dalam pendidikan karena memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk memperoleh pendidikan dan pembelajaran. Apabila digambarkan tentang perkembangan PSB mulai muncul istilah perpustakaan sampai adanya pengembangan sistem pembelajaran, dipaparkan dalam gambar sebagai berikut:











Gambar : Bagan Perkembangan PSB
Sumber : Gary T. Peterson, Conceptualizing the Learning Center, dimuat dalam AECT, Planning and Operation Media Center (Washington, D.C. : 1975)
Adapun penjelasn lebih lanjut terhadap gambar diatas akan dijelaskan disini. Tahapan  pertama  dimulai  dengan  dibentuknya  perpustakaan  yang  hanya  memiliki  koleksi  media  tercetak  saja.  Dalam melaksanakan kegiatannya perpustakaan menanggapi permintaan-permintaan dan memberikan pelayanan kepada para konsumen yang bervariasi secara luas.
Lalu,  perkembangan  pun  dimulai  sejalan  dengan  bertambahnya  variasi  kebutuhan  pemakai  yang  disebabkan  oleh  kemajuan  yang  pesat  pada  bidang  teknologi  dan  komunikasi.  Oleh  karena  itu,  dalam  proses  belajar-mengajar diperlukan penyediaan sumber belajar yang lebih bervariasi. Hal ini  diwujudkan  dengan  memproduksi  media  audiovisual  yang  digabung  dengan  perpustakaan yang melayani media cetak sehingga muncul istilah Pusat Multimedia  pada  tahap  kedua.
Timbulnya pusat sumber belajar dimungkinkan pula oleh pertumbuhan berikutnya yang berupa pengakuan bahwa siswa  dan  pengajar  memerlukan  pelayanan  dan  kegiatan  belajar  di  luar  kegiatan  belajar  tradisional  di  dalam  kelas.  Oleh karena itu, diperlukan ruang belajar khusus sesuai dengan kebutuhan, misalnya  ruang  belajar  yang  disediakan  untuk  belajar  mandiri  dengan  modul,  simulasi,  dan  permainan.  Dengan  demikian,  disediakan  ruang  atau  unit  sumber  belajar,  seperti  laboratorium, ruang olahraga, dan lain-lain.
Tahapan yang keempat menuntut adanya  keterkaitan  antara  kegiatan  belajar  di  dalam  kelas  dengan  kegiatan  belajar  di  PSB.  Dengan adanya perkembangan hasil-hasil audio-visual yang jauh lebih maju lagi, seperti misalnya pembelajaran berprogram, pembelajaran dengan bantuan komputer (computer assisted instruction) disamping adanya perkembangan di dalam pengembangan sistem pembelajaran untuk peningkatan efektivitas kegiatan pembelajaran, hal ini menimbulkan perkembangan selanjutnya terhadap pusat sumber belajar.
Setelah terbentuk suatu lembaga yang dinamakan pusat sumber belajar, terjadi beberapa penambahan pengembangan konsep yang lebih merumuskan konsep dan manajemen pusat sumber belajar seutuhnya. Adapun penambahan pada konsep dan manajemen pusat sumber belajar ialah:
1)    Berpusat pada peserta didik
2)    Meningkatkan kualitas pembelajaran
3)    Penyusunan organisasi membantu pendekatan pusat belajar harus memfasilitasi kerja sama yang baik antara unit pelayan akademik untuk menyampaikan visi pembelajaran berpusat pada peserta didik
4)    Karyawan PSB berperan untuk mengintegrasikan informasi dan mendukung pelayanan IT
5)    Untuk pengalaman belajar peserta didik, pusat belajar akan membawa sebuah jangkauan luas akan fasilitas-fasilitasnya
6)    Penekanan pada pusat belajar adalah “Pelayanan”
















BAB III
PENUTUP

A.        kESIMPULAN

Dengan memperhatikan perkembangan PSB mulai dari perpustakaan sampai bentuk yang terakhir, menunjukkan adanya suatu kombinasi yang terpadu antara unsur-unsur yang ada melalui perkembangan yang berjalan secara bertahap, yaitu perpustakaan, pelayanan program audio visual, pelaksanaan kegiatan pembelajaran secara non tradisional, dan pentingnya pengembangan sistem pembelajaran (instructional development). Pada tingkat perkembangan yang demikian ini PSB memberikan penekanan pada belajar peserta didik, baik sebagai hasil yang dicapai maupun proses yang dilalui untuk mencapai hasil tersebut.
Pengembangan sistem pembelajaran adalah suatu proses yang sistematis dan terus-menerus yang akan membantu para pendidik dalam mengembangkan pengalaman-pengalaman belajar yang memungkinkan partisipasi aktif siswa di dalam proses pembelajaran. Di dalam proses ini dapat diidentifikasikan berbagai variasi pilihan kegiatan pembelajaran, di mana pilihan ditentukan berdasarkan tujuan yang ingin dicapai.
Di sinilah letak hubungan yang penting antara pusat sumber belajar dengan pengembangan sistem pembelajaran. Segala sumber dan bahan, segala macam peralatan audiovisual, segala jenis personil yang ada di dalam pusat sumber belajar dimaksudkan untuk membantu mewujudkan pengembangan sistem pembelajaran untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

Penelitian : Puspitasari, Putri Indah. Desain Model Pusat Sumber Belajar SMA Martia Bhakti. 2012
http://ediconnect.blogspot.com/2012/03/pengertian-dan-riwayat-perkembangan.html
http://singgiheducation.blogspot.com/2009/11/pusat-sumber-belajar-definisi-dan.html
http://amierkamboja88.wordpress.com/2010/04/28/konsep-pusat-sumber-belajar-psb/





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar